Titik Balik




Berlindung di  balik perisai zona nyaman.
Jangan lupa, bahwa segala sesuatu yang besar ,selalu diawali dengan langkah yg kecil.

Banyak orang hidup terperangkap pada garis kehidupan yang ia buat sendiri. Ia menjalani hidupnya kini sebagai konsekuensi dari apa yang terjadi pada hidupnya di masa lalu. Hidup dia di masa depan hanyalah lanjutan garis lurus yang dihasilkan oleh suatu kejadian di masa lalu. Ia tidak bisa keluar dari arah yang sudah ditentukan oleh garis itu.

Ada orang yang hidup sambil terus meratapi kejadian atau kemalangan yang ia alami di masa lalu, dan akibat buruknya masih belangsung hingga sekarang. Ada yang menyesali keputusan atau pilihan yang ia buat di masa lalu, yang akibatnya harus ia tanggung sampai sekarang. Ada pula orang yang menyesali sesuatu yang seharusnya ia lakukan di masa lalu, tapi ia tidak lakukan. Ketika ia sadar bahwa itu harus dia lakukan, sudah terlambat.

Orang-orang ini hidup dalam dunia "seandainya". Seandainya dulu tidak terjadi anu, tentu hidupku tidak begini. Seandainya aku pilih anu, tentu hidupku tidak semalang ini. Seandainya aku dulu memilih anu, tentu hidupku akan lebih baik.

Orang-orang ini percaya bahwa hidup ditentukan oleh momen-momen besar yang datang secara acak, dan momen-momen itu menentukan hidup seseorang. Mereka percaya bahwa hidup hanya terdiri dari beberapa titik balik. Kalau ia bertemu titik balik positif dalam garis hidupnya, ia akan mendapat hidup yang baik. Bila tidak, ia akan mendapat hidup yang buruk.

Hidup bukanlah garis-garis lurus yang panjang. Bukan seperti melepas anak panah dari busur, sekali lepas maka arahnya sudah ditentukan dan tidak dapat diubah lagi. Tidak. Hidup adalah kesempatan untuk membuat perubahan pada setiap detik yang kita lalui. Garis kehidupan kita gambar pada setiap detik itu. Kita menentukan hidup kita di masa depan dengan setiap tindakan yang kita ambil saat ini, bukan oleh hanya satu momen di masa lalu.

Berkah atau tidaknya suatu kejadian tidak ditentukan oleh kejadian itu, tapi ditentukan oleh bagaimana kita menyikapinya.

kita dengan introspeksi diri, ada yang menyebutnya muhasabah, evaluasi atau apapun namanya. Tentu saja muhasabah selalu menggiring pemiliknya untuk berbuat lebih baik lagi.

Terlepas dari bagaimana hidup kita sekarang, titik balik bisa kita temukan tanpa kita sengaja kita janjian. Karena bagaimanapun hidup kita sekarang tidak sehelaipun yang terjadi tanpa sepengetahuan Allah. Selaras dengan (QS. Al- Baqarah : 216)

كُتِبَ عَلَيْکُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَّـكُمْ ۚ وَعَسٰۤى اَنْ تَكْرَهُوْا شَيْــئًا وَّهُوَ خَيْرٌ لَّـکُمْ ۚ وَعَسٰۤى اَنْ تُحِبُّوْا شَيْــئًا وَّهُوَ شَرٌّ لَّـكُمْ ۗ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ وَاَنْـتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ٪


"Diwajibkan atas kamu berperang, padahal itu tidak menyenangkan bagimu. Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui."

Komentar

Postingan Populer